Ceng Beng Tradisi Tiong Hoa, Legenda dan Perkembangannya

Primaradio.co.id – Ceng beng (Qing Ming) yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “cerah dan cemerlang” merupakan tradisi tahunan bagi warga tiong hoa bukan hanya di Indonesia, warga tiong hoa di seluruh dunia merayakan perayaan ceng beng ini. Perayaan ceng beng ini, puncaknya dilaksanakan pada tanggal 5 April tiap tahunnya. Pada intinya, kegiatan ceng beng dilakukan, bertujuan untuk menghormati leluhur yang telah meninggal. Kegiatan penghormatan leluhur ini, dilakukan oleh warga tionghoa dengan cara membakar uang-uangan kertas, membakar dupa, membersihkan kuburan / perabuan, memasak makanan yang biasanya dihubungkan dengan makanan kesukaan si leluhur dan meletakkannya di kuburan / perabuan, dsb.

Kegiatan ceng beng ini dari waktu ke waktu mengalami penguatan makna, dimana bagi keluarga tionghoa, perayaan ceng beng menjadi ajang reuni keluarga. Keluarga yang tadinya terpisah di berbagai kota bahkan negara, akan berkumpul dan secara bersama-sama mengunjungi makam leluhurnya. Bahkan perayaan ceng beng ini, kelihatan lebih ramai dari pada perayaan tahun baru imlek, dimana pada saat ceng beng, semua keluarga jauh berkumpul dan saling berbagi cerita dan kenangan sehingga semakin mengeratkan hubungan kekeluargaan. (And/Nji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here