roscoradio.co.id – Kekerasan dalam dunia pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini kian marak, dan tidak sedikit korban yang harus meregang nyawa. Nah terkait hal ini, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir kembali mengingatkan agar tindakan kekerasan harus dibuang juah dalam pendidikan.

Hal itu disampaikannya kepada para rektor perguruan tinggi negeri di Yogyakarta serta pendidikan tinggi lain di bawah naungan Kemristekdikti.

“Kekerasan tidak ada dalam dunia pendidikan, ini yang harus kita jauhkan. Masa lalu harus kita tinggalkan, jangan sampai ada lagi kekerasan yang terjadi di perguruan tinggi negeri maupun swasta,” kata Nasir pada wartawan.

“Sekali lagi saya tekankan kepada para rektor, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, tidak boleh ada lagi kekerasan dalam kampus. Ini harus kita larang, tidak boleh,” tandasnya.

Nah Bapak Menteri juga terbilang tegas lho terkait hal ini. Saat ditanya jika masih ada kekerasan, Beliau  menegaskan bahwa sangksi harus diberikan. Sanksi itu juga tidak hanya pada pelaku, tapi juga institusi atau lembaganya.

“Kalau itu terjadi kekerasan, pertama yang kita beri sanksi adalah yang melakukan kekerasan. Kedua, lembaganya, yaitu institusi atau perguruan tingginya,” tandasnya.

Jika kekerasan itu mengarah pada pidana, pihaknya menyerahkan sanksi pada aparat penegak hukum, dalam hal ini institusi kepolisian. Kemristekdikti, kata dia, hanya sebatas melakukan evaluasi hingga pembinaan kenapa kekerasan itu muncul. (bee/joe)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here