Rachmat Witoelar (tengah) hadir sebagai pembicara dalam Earth Day Talkshow by Environation 2019 (Foto: Beatrix Christiana)

roscoradio.co.id – Perubahan iklim yang terjadi di Indonesia umumnya ditandai adanya perubahan temperature rerata harian, pola curah hujan, tinggi muka laut, dan variabilitas iklim (misalnya El Nino dan La Nina, Indian Dipole, dan sebagainya). Perubahan ini memberi dampak serius terhadap berbagai sekotr di Indonesia, misalnya kesehatan, pertanian, perekonomian, dan lain-lain.

Beberapa studi institusi, baik dari dalam maupun luar negeri menunjukkan bahwa iklim di Indonesia mengalami perubahan sejak tahun 1960, meskipun analisis ilmiah maupun data-datanya masih terbatas. Inilah waktunya Indoensia untuk mengimplementasikan keseimbangan pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Low carbon development dan green economy adalah kunci mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan termasuk sosial.

Kepedulian terhadap perubahan iklim bersamaan dengan peringatan hari bumi, diwujudkan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan FTSLK ITS dengan menggelar Earth Day Talkshow, rangkaian acara ENVIRONATION 2019 bertemakan “Green Technology for Environmental Sustainaibility”, dengan tema khusus “Low Carbon Development for Sustainable Environment” yang menjadi acara pertama dari serangkain acara ENVIRONATION 2019 ini. Acara ini dilaksanakan pada 13 April 2019 bertempat di ruang Sidang Utama Gedung Rektorat ITS.

Hadir sebagai pembicara dalam talkshow tersebut Rachmat Witoelar yang merupakan utusan Khusus Presiden RI untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Arie Dipareza Syafei, pakar dalam Pengendalian Pencemaran Udara. Adapun Heraldha Savira, Raki Jawa Timur 2019 yang menjadi moderator.

Rachmat Witoelar dalam paparannya berpesan agar anak muda Surabaya khususnya ikut berperan menjaga lingkungan hidup dengan menjalani gaya hidup yang rendah karbon. “Salah satu contohnya dengan mengurangi konsumsi daging dan mengurangi penggunaan plastik, “ungkap Rachmat Witoelar.

Wujud lainnya juga tambah Rachmat Witoelar dengan ikut menyampaikan informasi tentang perubahan iklim pada teman atau keluarga. Aktif dalam kegiatan atau organisasi lingkungan dan perubahan iklim yang ada di kampus/sekolah. (bee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here