Prof Mochamad Ashari (tengah) usai ditetapkan sebagai Rektor ITS periode 2019 (Foto: Humas ITS)

roscoradio.co.id – Rektor ITS yang baru akhirnya diputuskan dalam rapat pleno di Gedung Rektorat ITS, Jumat (11/1). Dalam rapat pelno ini, Majelis Wali Amanat (MWA) ITS telah menyekapati dan mengumumkan bahwa rektor ITS periode 2019-2024 adalah Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng.

Nah sebagai rektor baru yang terpilih, Prof Mochamad Ashari mengungkapkan, nantinya ada beberapa fokus yang perlu diperhatikannya. Yang pertama adalah target ITS menjadi research and innovative university. “Artinya, yang awalnya mahasiswa lulus kita targetkan untuk dapat mengisi sumber daya di Indonesia, termasuk di industri, pimpinan di lembaga, di kementerian dan seterusnya, maka kita (ITS, red) akan menambah target agar mahasiswa dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang berguna bagi bangsa Indonesia,” papar pria kelahiran Sidoarjo, 12 Oktober 1965 ini.

Ia juga mengatakan, ITS akan membangun Science Techno Park (STP) sesuai yang ditargetkan oleh Kemenristekdikti dan nawacita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Targetnya adalah 100 STP, dan saat ini ITS sudah berjalan membangun STP tersebut dan akan lebih diintensifkan di lima tahun ke depan nantinya.

Untuk mendorong mahasiswa agar dapat menghasilkan inovasi tersebut, pria asal Sidoarjo ini mengatakan, kurikulum nantinya juga akan disesuaikan. Terlebih saat ini semua universitas di Indonesia sedang menghadapi para mahasiswa generasi milenial, dan tantangan baru di era revolusi Industri 4.0. Di mana kebutuhan sumber daya manusia di bidang industri saat ini lebih mencari dan mengutamakan orang-orang yang inovatif, dan ITS ingin mendorong mahasiswanya ke arah tersebut.

Sorotan lainnya adalah fasilitas yang ada di ITS akan terus ditingkatkan, kemudian SDM termasuk dosen dan karyawan atau tenaga kependidikan (tendik) juga akan ditingkatkan. Jadi fokusnya ada tiga di bidang pengembangan pendidikan di ITS, yakni ada SDM baik mahasiswa, dosen dan karyawan, kemudian kurikulum yang sesuai, dan fasilitas yang baik. “Itu yang kita (ITS, red) sesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini,” kata pria yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Masyarakat Telekomunikasi tersebut.

Mantan Rektor Universitas Telkom tersebut juga mengatakan, akan menerapkan pengalamannya dalam mengelola Universitas Telkom selama lima tahun, untuk mengelola ITS yang saat ini statusnya PTN-BH yang diberi otonomi di beberapa bidang. Di antaranya di bidang keuangan, akademik, dan pengelolaan SDM, yang mana keleluasaannya atas otonomi tersebut hampir sama dengan otonomi yang ada di kampus swasta di mana ia menjabat sebelumnya.

Selanjutnya, ia juga ingin ke depan, ITS ikut terjun dalam bidang pertambangan di Indonesia, yang menurutnya selama ini belum mendapat perhatian lebih. “Kita (ITS, red) punya SDM yang kompeten di bidang pertambangan tersebut, ada jurusan teknik geofisika dan teknik geomatika yang dapat memberikan sumbangsih teknologi dan inovasi di bidang ini,” ujar doktor lulusan Curtin University Australia tersebut.

Mengenai langkah nyata yang akan ia utamakan terlebih dahulu ketika sudah resmi menjabat sebagai Rektor ITS nantinya. Ashari mengatakan hal utama yang ingin segera dikerjakan adalah memperbarui laboratorium-laboratorium yang ada di ITS, di mana sebagian besar laboratoriumnya dibangun sejak tahun 1980-an. Karena itu, ia ingin merombak dan lebih memaksimalkannya nantinya.

Rencananya, Ashari akan resmi menggantikan Prof Joni Hermana sebagai Rektor ITS pada prosesi pelantikan oleh ketua MWA yang dijadwalkan pada 13 April 2019 mendatang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here